Review : Jalan-Jalan Menyenangkan dengan Micro Trike Stroller

catatan Review

Ketika hamil, saya pernah berencana untuk membeli stroller, namun ketika Emil lahir, dengan berbagai pertimbangan kamipun berubah pikiran.

“ Kayaknya kita gak perlu stroller deh “

Jadilah kami selama tiga tahun ini, sama sekali tidak mengenalkan stroller kepada Emil , bayi Emil lebih banyak kami gendong dengan jarik, selendang motif batik pemberian saudara dan ibu saya.

Terlalu  seringnya Emil kami gendong dengan jarik, sampai-sampai pak suami lebih lihai melilit-lilitkan kain jarik di badan dengan berbagai gaya.

Berbeda dengan saya, yang saat itu masih belum berani mencoba menggendong dengan jarik, lebih memilih gendongan instan atau terpaksa minta bantuan untuk melilitkan kain di badan.

Namun karena seringnya saya mencoba, akhirnya saya bisa dan terbiasa, ternyata menggunakan gendongan jarik lebih nyaman menurut saya.

Kecuali untuk kondisi tertentu seperti perjalanan jauh, jarik dan baby carrier selalu saya bawa serta,

Ketika sudah bisa berjalan sempurna, Emil ( 2 th ) lebih sering saya ajak  mengitari perumahan atau berjalan kaki menuju pasar.

Pulang pergi, tanpa merengek minta gendong, cukup memanggil saya saja jika ingin beristirahat di pinggiran kolam ikan milik tetangga.

Pernah ketika Emil menginjak usia 2 tahun lebih, saya kepikiran lagi untuk membeli stroller yang modelnya lebih minimalis, agar sedikit meringankan punggung dan bahu kalau membawa Emil jalan –jalan jauh.

Namun setelah dilihat, tetap saja stroller minimalis dengan sandaran nyaman dan empuk tersebut terasa ‘tebal ‘ dan memberatkan bagi saya, makan tempat pula, apalagi kalau bepergian dengan tranportasi massal, bis atau kereta api misalnya.

“ gak usah deh, masih sanggup gendong kok “ batin saya.

Sampai pada akhirnya kami merasa kewalahan karena bobot Emil semakin bertambah.

Baca juga : Tips nyaman naik kereta api dengan balita

Walaupun Emil sudah bisa berjalan sempurna namun langkah kaki kami yang panjang dan cepat tidak bisa mengimbangi langkah pendek kaki-kaki kecilnya.

Apalagi kalau kita lebih banyak berjalan, di mall, di taman atau keliling kebun binatang.

Pada akhirnya, kamipun harus menggendongnya secara bergantian, tanpa jarik atau gendongan instan, karena rasanya memang sudah tidak pantas lagi untuk usianya yang sudah menginjak 3 tahun.

Pilih – Pilih Stroller

Karena Emil saat ini sudah berusia 3 th, maka membuat saya berusaha mencari stroller yang bisa ‘awet’ dan pantas jika digunakan Emil.

Saya sempat mencari di beberapa toko perlengkapan bayi di kota saya, sayangnya mereka tidak menjual stroller jenis ini, minimalis dan ramping.

Sampai pencarian saya berhenti pada salah satu toko online yang menjual berbagai macam merek dan model stroller.

Micro Trike dari Micro Scooters

Merek ‘kendaraan mini’ yang saya pilih adalah Micro Trike roda tiga dari Micro Scooters, ini detailnya :

  • Desainnya ramping , karena bentuknya minimalis, stroller ini bisa diselipkan diantara kaki dan bangku bis ketika kami bepergian, apalagi kalau bis sedang penuh dan kita harus berdiri / bergelantungan, bentuk stroller ini tidak mengganggu ruang kaki-kaki penumpang lainnya, tidak perlu tempat ekstra.
  • Super ringan, berat stroller ini sekitar 1,9 kg, Emil sendiri pun bisa mengangkatnya.
  • Mudah dilipat, hanya butuh sekian detik untuk melipat stroller ini, jadi kalau terburu-buru ketika harus naik tranportasi massal, turunkan anak segera lipat strollernya, semudah melipat kertas menjadi dua bagian.
  • Terdapat pijakan kaki yang bisa diatur ketinggiannya.
  • Bisa dinaiki anak sampai berat maksimal 20 kg , saya rasa ini cukup awet dipakai Emil ( 3 th ) yang sekarang berat badannya sekitar 14 kg.
  • Cukup dorong dengan satu tangan dan mudah diarahkan.
  • BIsa digunakan mulai usia anak 18 bulan keatas.
  • Mudah menyimpannya, bisa digantung atau diselipkan di dalam lemari

Lalu, apakah dari semua detail kelebihan yang saya sebutkan di atas, Micro Trike yang didesain dan dibuat di Swiss, dengan kisaran harga 1 juta ini tidak memiliki kekurangan?

Berikut detailnya :

  • Micro Trike ini tidak memiliki Brake, sehingga jangan tinggalkan anak sendirian duduk di atasnya, karena sedikit saja kemiringan jalan dan kita lepas pegangan, Micro Trike ini bisa bergeser dan meluncur bebas.
  • Tidak ada belt, Khusus untuk jenis Micro Trike ini, pada dudukannya tidak tersedia belt, namun untuk jenis yang Deluxe sudah tersedia belt di bagian dudukannya, harganya pun juga berbeda, sedikit lebih mahal dari yang biasa
  • Tidak mempunyai sandaran di punggung seperti Stroller pada umumnya, mungkin karena tidak didesain untuk bayi yang lebih banyak tidur.
  • TIdak tersedia ransel / tas penyimpanan dan tidak tersedia tali / strap yang memudahkan untuk dibawa di punggung atau sekedar dikaitkan di ransel.

Secara keseluruhan, kami sangat suka dengan Micro Trike ini, menyenangkan karena terbebas pegal di badan.

Traveling with the kids is fun

Mudah dibawa, cocok banget buat yang suka jalan jalan di mall, di taman atau melakukan perjalanan jauh / travelling dengan menggunakan angkutan massal atau kendaraan pribadi, motor atau mobil.

Baca juga : Main-main ke kebun binatang Surabaya

Emil sendiri pun sangat suka, sempat kesal karena kami berhenti mendorongnya, mungkin dia berasa seperti naik sepeda dan tidak perlu lagi keserimpet atau tersandung kakinya sendiri, ketika berusaha berjalan cepat meyamakan langkahnya dengan kami.

Bagaimana, tertarik ?

Nah kalau kalian tertarik ingin mencoba atau belum ada budget untuk membelinya, Micro Trike ini sudah tersedia di beberapa tempat persewaan online perlengkapan bayi.

Untuk harga belinya sekitar 1 juta – 1,3 juta, sedangkan harga sewa Micro Trike ini beragam, mulai dari harga 50 ribu hingga 70 ribu perminggu, tergantung berapa lama dan tipe / jenis barang yang disewa.

Eh?

Nah setelah saya jatuh hati dengan Micro Trike yang ok banget ini, saya tanpa sengaja menemukan juga ‘kendaraan mini’ yang sejenis, namun tanpa merek.

Serupa tapi tak sama, harga pun berbeda, nanti saya akan berikan review singkat di postingan selanjutnya ya.

Oh ya kalau kalian bagaimana, apakah sudah pernah mencoba micro trike ini ? 

4 thoughts on “Review : Jalan-Jalan Menyenangkan dengan Micro Trike Stroller”

  1. kepengen punya ini juga sih sebenernya. hihihi, saya punya anak di usia yang uda ga muda lagi. jadi apa aja yg bisa dipakai biar bawa anak jalan2 dengan nyaman semuanya pengen dibeli.

    tapi si bocah memang sukanya lari-lari trus kalau uda capek ngamplok minta digendong. jadinya light stroller jauh lebih merupakan solusi.

    tapi pengen punya ini jugaaaaa!!! *halah, maknya yang rempong*

    1. yes mba, sy juga sempat bgitu, pengen semua dibeli apapun yang bisa membuat nyaman bawa anak jalan-jalan, tapi ya harus berusaha kekep dompet sambil mikir keras skala priotas mau ambil/pilih yang mana, semua lucu cute menggemaskan *eaaaa :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *